Siapa yang tidak suka kopi? Seperti yang kita ketahui, kopi merupakan minuman yang paling sering dikonsumsi di dunia setelah air putih, disusul dengan teh. Total konsumsi kopi di Indonesia sendiri mencapai 300.000 - 312.000 ton pada tahun 2021, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 8%.
Membentang dari Sabang sampai Merauke dan mencakup jenis kopi Robusta dan Arabika, kesuburan tanah Indonesia cocok untuk membudidayakan berbagai varietas kopi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi Robusta di Indonesia mencapai sekitar 63,39%, sedangkan kopi Arabika sekitar 36,61%. Meskipun demikian, varietas kopi Arabika juga tidak kalah hebatnya dengan kopi Robusta. Bahkan, kopi Arabika sering dijumpai dan digunakan sebagai kopi spesial di kedai-kedai kopi.
Jadi ini dia, mari kita jelajahi tiga kopi Arabika yang paling luar biasa yang dibudidayakan di Indonesia!
Kopi Gayo berasal dari Aceh, Indonesia dan dibudidayakan di ketinggian sekitar 1.200 - 1.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu yang stabil dan curah hujan yang cukup. Daun tanaman kopi Gayo umumnya berbentuk lonjong dengan tepi yang halus, sedangkan buahnya berbentuk bulat dan berwarna merah terang saat matang.
Tanaman kopi Arabika Gayo memiliki profil rasa yang halus dan kompleks dengan catatan rasa yang beragam, keasaman yang lembut, dan sedikit rasa buah, cokelat, dan karamel.
Seperti namanya, jenis kopi Arabika ini ditanam di daerah Kintamani, Bali, Indonesia, pada ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut dengan iklim yang sejuk. Biji kopi Bali Kintamani biasanya berukuran sedang hingga besar, berbentuk oval, dan memiliki warna hijau kebiruan yang khas sebelum dipanggang. Biji kopi ini diproduksi secara organik dan berkelanjutan oleh petani kopi lokal.
Kopi Bali Kintamani memiliki aroma yang kuat dan profil rasa yang seimbang dengan rasa manis, sedikit asam, dan aroma bunga.
Terakhir, kopi Arabika dibudidayakan di wilayah Bajawa di Pulau Flores, Indonesia, yaitu Flores Bajawa. Kopi ini tumbuh subur di ketinggian antara 1.000 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut dengan iklim yang relatif sejuk dan berkabut, dengan suhu rata-rata berkisar antara 17 hingga 22 derajat Celcius. Kopi Arabika dari Flores Bajawa seringkali dipanen secara manual oleh petani, memastikan bahwa hanya biji kopi yang matang dan berkualitas tinggi yang dipilih, sehingga meningkatkan kualitas kopi akhir.
Profil rasa yang ditawarkan cukup unik dan khas, biasanya menampilkan rasa yang kompleks dengan aroma karamel, cokelat, buah-buahan, dan sesekali nuansa bunga yang halus.
Jika Anda sedang mencari biji kopi dan rempah-rempah berkualitas terbaik seperti pala, cengkeh, atau bahkan lada, SKA adalah jawabannya! Kami akan selalu ada untuk Anda.