
Bandar Lampung, 28 Oktober 2025Festival kopi terbesar di Lampung, SKA Coffee Fest 2025telah berakhir dengan sukses di Mall Boemi Kedaton. Selama lima hari (22-26 Oktober), acara ini menyatukan semangat kolaborasi seluruh komunitas kopi, mulai dari petani, roaster, barista, mahasiswa, hingga para penggemar kopi dalam satu ruang edukasi, kompetisi, dan hiburan.

Hari pertama difokuskan pada persiapan teknis untuk semua peserta kompetisi. Sejak pagi, stan-stan dari Petani DisbunUKM lokal, dan sponsor didirikan, sehingga pengunjung awal dapat menjelajahi dan terlibat dengan produk kopi lokal.
Pada malam harinya, para peserta menghadiri Pertemuan Teknis untuk Latte Art Throwdown & Kompetisi Seduhan Manual V60 Battleyang dipimpin oleh tim SKA dan para juri profesional. Sesi ini berfungsi sebagai pemanasan sebelum kompetisi utama, memberikan panduan tentang peraturan, metode penilaian, dan simulasi langsung.
Hari kedua menandai pembukaan resmi dari SKA Coffee Fest 2025 dan Kompetisi Kopi Spesialti Indonesia (KKSI).
Dimulai pada pagi hari, tim KKSI melakukan sesi bekam untuk 20 kopi terbaik di setiap kategoridari Arabika Wash hingga Robusta, diikuti oleh Bekam Umum sesi yang terbuka untuk umum.
Pada pukul 13.00, acara secara resmi dibuka di Panggung Utama dengan kata sambutan dari tim SKA, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari Program Inspirasi Pertanian Berkelanjutan dan Sesi Tanya Jawab dengan Petani mendiskusikan praktik-praktik pertanian berkelanjutan.
Upacara pembukaan dihadiri oleh perwakilan dari Gubernur Lampungpejabat dari Kementerian Pertaniandan instansi pemerintah daerah, serta tokoh-tokoh pengusaha kopi dari seluruh Indonesia.
Malam itu ditutup dengan Kreasi Kopi Tubruk kompetisi, sebuah ajang unjuk kebolehan kreatif dan energik dari para barista lokal dalam menyeduh kopi.

Hari ketiga diisi dengan serangkaian seminar di Hotel Radissonyang menghadirkan pembicara internasional dan nasional, termasuk Judith Ganes, Moelyono Soesilodan Roby Wibisono. Mereka mendiskusikan tren pasar kopi global, peluang ekspor, dan pertumbuhan industri kopi dalam negeri Indonesia.
Sementara itu, di mal, para Pendidikan Pengendalian Mutu berlangsung di Panggung Utama, diikuti oleh Talkshow Polinela bertema "Kembali ke Pertanian untuk Gen Z"dan sebuah Talkshow Sponsor Philipsbersama dengan sesi bekam KKSI yang berkelanjutan.
Di sore hari, pengunjung menikmati pemutaran film "Kappi"yang merekam kisah-kisah petani kopi dan filosofi keberlanjutan di balik industri kopi Indonesia.

Pada hari Sabtu pagi, tim dan peserta KKSI mengambil bagian dalam Kunjungan Lapangan ke perkebunan kopi Lampung Barat, mengamati praktik-praktik pertanian berkelanjutan dan berinteraksi dengan para petani lokal.
Di tempat festival, dua kompetisi utama, Latte Art Throwdown & Kompetisi Seduhan Manual V60 Battleberlangsung sepanjang hari, menampilkan para barista muda berbakat dari berbagai daerah.
Puncak acara malam itu adalah pengumuman pemenang di kedua kategori, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Hari terakhir memadukan keceriaan keluarga dengan kreativitas. Pagi hari diisi dengan acara Kompetisi Mewarnai untuk anak-anak, sedangkan pada sore hari, program Coswalk "Yoru no Matsuri" menarik perhatian yang meriah dari para penonton.
Festival ini diakhiri dengan acara yang hangat dan penuh sukacita. Upacara Penutupan di Panggung Utama, menandai akhir dari SKA Coffee Fest 2025 dengan rasa syukur dan perayaan.

Dengan kesimpulan dari SKA Coffee Fest 2025SKA menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung ekosistem kopi yang berkelanjutan di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan KKSI, Polinela, dan berbagai komunitas kopi, festival ini menjadi bukti bahwa kopi bukan hanya sekedar minuman, tetapi juga budaya, kreativitas, dan kebanggaan nasional.
"Kopi menyatukan kita; dari biji, rasa, hingga cerita."